fatayatnumks.or.id

"Kader yang berakhlaqul karimah, kritis, dinamis, inovatif, kreatif, dan profesional"

Dari Rumah Membangun Peradaban: Nyai Sinta Nuriyah dan Fatmawati Assegaf, Inspirasi Ibu Rumah Tangga Berdaya

Oleh: Nursabraiani Umar, S.H.

Ibu Rumah Tangga (IRT) masih sering dianggap sebagai beban dalam kehidupan bermasyarakat, dianggap tidak produktif, dan hanya menjadi tanggungan suami. Padahal, menjaga rumah dan semua yang ada di dalamnya bukanlah hal yang mudah seperti yang dibayangkan.

Ketika menjalani kehidupan sebagai istri, saya baru saja menyelesaikan ujian proposal sebelum menikah. Kondisi ini memberikan tantangan sekaligus kebahagiaan tersendiri karena ada anggapan bahwa menikah sebelum lulus kuliah bisa menghambat pendidikan. Namun, dengan dukungan suami, hal tersebut tidak menjadi penghalang. Bahkan, selama proses penulisan skripsi, kami sering berdiskusi bersama hingga akhirnya saya berhasil meraih gelar S.H.

Setelah selesai wisuda, berbagai pertanyaan mulai menghujani saya—kenapa belum hamil? Mau bekerja di mana? Pendaftaran CPNS sudah dibuka, tidak mau mendaftar? Semua pertanyaan itu seolah tanpa jeda, membuat saya merasa tidak berguna. Di tengah kondisi tersebut, saya mulai mencari pengalaman melalui pelatihan dan aktif mencari informasi lowongan pekerjaan.

Di suatu waktu, saat mencari info lowongan pekerjaan di media sosial, saya melihat potongan video Nyai Sinta Nuriyah yang berbicara tentang jaringan lintas agama. Saya pun menelusuri lebih banyak informasi tentang beliau. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang berdaya, berpendidikan, dan aktif menyuarakan hak perempuan, kebebasan beragama, serta membela hak konstitusional kelompok minoritas, beliau menjadi inspirasi besar bagi saya.

Dari situ, keinginan untuk bergabung dengan Fatayat NU semakin kuat, terlebih saat Ketua PW Fatayat NU Sulsel, Sahabat Nurul Ulfah, mengajak saya untuk tidak terus berkutat di IPPNU. Beberapa kali bertemu Ka Ulfa dalam kegiatan banom NU seperti Lailatul Ijtima’ membuat saya semakin yakin untuk menjadi bagian dari Fatayat NU.

Selain itu, sosok yang juga menginspirasi saya adalah Ibu Fatmawati Assegaf, istri dari Prof. Dr. Quraish Shihab dan ibu dari Najwa Shihab. Meskipun jarang terekspos media, Ibu Fatmawati menunjukkan peran luar biasa sebagai seorang ibu. Dalam beberapa wawancara di kanal YouTube, terlihat bagaimana beliau cekatan mengurus lima anaknya, mengikuti suami yang sering berpindah tugas, dan selalu mendorong anak-anaknya untuk mengikuti lomba demi membangun kepercayaan diri dan masa depan yang cerah.

Ibu Fatmawati juga senantiasa mendoakan dan memaafkan kenakalan anak-anaknya, serta menjadi support system utama bagi mereka. Tak heran jika anak-anaknya berhasil menorehkan prestasi gemilang di bidang masing-masing dan membanggakan banyak orang.

Perempuan adalah makhluk istimewa yang diciptakan Allah SWT dengan keistimewaan yang tidak dimiliki laki-laki, seperti kemampuan mengandung dan melahirkan. Namun, keistimewaan ini perlu didukung oleh peran laki-laki yang baik.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah berwasiat tiga kali kepada kalian untuk berbuat baik kepada ibu kalian, kemudian baru kepada ayah kalian.” (HR. Ibnu Majah)

Ibu adalah panutan dan teladan bagi anak-anaknya. Maka, sudah seharusnya ia menjalankan peran dalam rumah tangga dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian, akan lahir generasi penerus bangsa yang baik dan berakhlak mulia.

Ibu yang mendedikasikan dirinya untuk mengurus rumah tangga dengan baik adalah sebuah prestasi tersendiri. Begitu pula dengan ibu yang menyisihkan waktunya untuk mengaktualisasi diri. Keduanya sama-sama memiliki peran penting dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis dan penuh berkah.

Dari Rumah Membangun Peradaban: Nyai Sinta Nuriyah dan Fatmawati Assegaf, Inspirasi Ibu Rumah Tangga Berdaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top